Brownies Ketofy dan Kopi

My Favourite Thing Brownies Ketofy With Coffee

Beberapa hari ini, sejak subuh aroma wangi coklat dan gurih mentega menyeruak dr dapur mungil saya. Alhamdulillah ada pesanan brownies ketofy berturut-turut.

Lalu ketika ada pelanggan yg bilang 'browniesnya enak' itu seperti suntikan semangat untuk berkreasi dan belajar terus.
Brownies yg garing di luar tapi lembut di dalam, adalah signature Brownies Dapur Mak Einar.

Oiya, sedikit cerita tentang pengalaman minum kopi saya.
Rutinitas minum kopi saya kenal sejak jaman kuliah, sekitar 22th yg lalu.
Dimasa belajar aktif disalah satu UKM. Kopi tubruk plus gula tentu saja.

Lama setelah masa itu, sekitar tahun 2012 mulailah suami belajar mengenal kopi lebih dekat. Dan bagaimana cara menikmatinya.

Dari membaca, main ke warung kopi, mulai membeli biji kopi dr beberapa daerah sampai peralatan sederhana untuk menggiling manual dan alat membuat kopi dengan berbagai teknik. Lalu saya pun mulai tertular dengan sendirinya.

Bagaimana tidak, setiap hari beberapa kopi tersedia sebagai bahan praktek. Tentu sayang kalau tak diminum. Ternyata nikmatnya rasa kopi yg sebenarnya lebih terasa jika tanpa gula.

Tapi, setelah beberapa waktu saya menyerah. Karena degup jantung selalu berdetak lebih kencang usai menyesap kopi.

10 bulan yg lalu, ketika mulai mengubah gaya hidup, dan tubuh mulai penyesuaian. Saya mulai belajar minum kopi kembali.

Dimulai dengan BPC (bulletproof coffee) yang dibuat dr campuran kopi (porsi sedikit), vco (virgin coconut oil) dan butter yg banyak. Ternyata, bisa sy nikmati dan lalui tanpa ada masalah.

Setelah beberapa waktu, barulah sy mulai berani minum kopi hitam saja.
Duh, bahagia.

Dan sekarang, minum kopi dipagi hari berdua dengannya, adalah rutinitas sederhana penjaga keharmonisan. Sambil bercengkrama, diskusi kecil atau sedikit perdebatan ;) Jadi, sudahkan anda ngopi hari ini ?



Label: